Selasa, 15 Desember 2015

Makalah Folklore (Sendang Kalimah Toyyibah)



MAKALAH
FOLKLORE : PROSA RAKYAT
‘AIR KAROMAH’ SENDANG KALIMAH TOYYIBAH’


Disusun Oleh :
Is’miatun Hik’mah      (2111414007)

Dosen Pengampu :
Drs. Muh. Doyin, M.Si.
Bayu Aji Nugroho, S.S.
                                               
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2015




KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kami, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “folklore : Prosa Rakyat : ‘Air Karomah’ Sendang Kalimah Toyyibah” ini dengan lancar.
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen. Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data sekunder yang penulis peroleh dari buku panduan yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Serta infomasi dari media masa yang berhubungan dengan materi, juga wawancara singkat dari warga yang ada.
Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada dosen pengajar atas bimbingan dan arahan dalam penulisan makalah ini. Juga kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah mendukung sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat waktu. Penulis berharap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai “Folklore : Prosa Rakyat : ‘Air Karomah’ Sendang Kalimah Toyyibah” khususnya bagi penulis.
Kami menyadari bahwa makalah ini memang masih jauh dari kata sempurna, untuk itu kami dengan senang hati menerima kritik dan saran yang dimaksudkan untuk penyempurnaan makalah ini.

Semarang, Juni 2015

  

BAB 1
PENDAHULUAN

 

1.1.                     Latar Belakang
Folklore merupakan suatu tradisi yang disebarkan dan diwariskan secara turun temurun. Meskipun pada dasarnya semua jenis folklore disebarkan melalui lisan, folklore itu sendiri dibagi menjadi tiga, yaitu folklore lisan, sebagian lisan, dan bukan lisan. Folklore yang akan saya bahas kali ini masuk ke dalam folklore lisan prosa rakyat.
Prosa rakyat atau dalam pengertian secara luas dalam folklore yang dijabarkan oleh William R. Bascom (dalam Danandjadja, 1984) dibagi atas 3 golongan, yaitu legenda, mitos, dan dongeng. Sejak dahulu hingga saat ini cerita rakyat yang ada dan berkembang di masyarakat adalah cerita yang secara turun temurun dari generasi sebelumnya, maka tidak menutup kemungkinan apabila suatu kejadian ataupun kisah yang dialami pada saat ini, diceritakan kembali secara berulang-ulang telah menjadi bagian yang tak bisa terpisah dari sekelompok masyarakat sehingga menjadi cerita rakyat di masa mendatang. Di setiap daerah, negara atau kebudayaan sekalipun memiliki suatu cerita rakyat yang tersendiri dan masing-masing berbeda.
Di suatu desa bernama Nyatnyono, Ungaran, Kabupaten Semarang, muncul sebuah mitos mengenai Air Karomah Sendang Kalimah Toyyibah yang beredar di masyarakat luas terutama masyarakat sekitar. Mitos tersebut memiliki pengaruh yang besar bagi masyarakat baik dari segi ekonomi maupun keyakinan. Oleh karena itu, akan dijelaskan lebih lanjut mengapa Sendang tersebut memiliki pengaruh yang cukup signifikan.



1.2.          Rumusan Masalah
1.   Apa yang dimaksud dengan mitos?
2.     2.   Bagaimana mitos mengenai Air Karomah Sendang Kalimah Toyyibah tersebut?
3.      3.  Apa fungsi dari mitos Air Karomah Sendang Kalimah Toyyibah?


1.3.           Tujuan Penulisan
1.      Mengidentifikasi pengertian mengenai mitos.
2.      Menganalisis cerita mitos mengenai Air Karomah Sendang Kalimah Toyyibah.
3.      Mengetahui fungsi dari mitos Air Karomah Sendang Kalimah Toyyibah.

PEMBAHASAN

 

2.1.          Pengertian mitos
Mitos aadalah cerita suatu bangsa mengenai dewa dan pahlawan zaman dahulu, mengandung penafsiran tentang asal-usul semesta alam, manusia, dan bangsa tersebut mengandung arti mendalam yang diungkapkan dengan cara gaib. (menurut KBBI)
Menurut Lukens (Danandjaja, 2002 : 172) mitos merupakan sesuatu yang diyakini suatu bangsa atau masyarakat tertentu yang pada intinya menghadirkan kekuatan-kekuatan supranatural. Mitos sering dikaitkan dengan cerita tentang berbagai peristiwa dan kekuatan, asal-usul suatu tempat, tingkah laku manusia, atau sesuatu yang lain.
Mitos merupakan salah satu unsur dalam suatu religi yang menjadi dasar kehidupan sosial dan budaya manusia (Twikromo, 2000 : 5). Mitos lahir dan berkembang dalam masyarakat yang tersebar di berbagai pelosok Nusantara.

2.2.          Mitos ‘Air Karomah’ Sendang Kalimah Toyyibah
Ada sebuah mitos di daerah Ungaran, Kabupaten Semarang yang menarik untuk diteliti lebih lanjut yaitu mengenai cerita asal mula Sendang Kalimat Toyyibah yang ada di Makam Sultan Hasan Munadi, desa Nyatnyono. Hal yang mendasari cerita tersebut sangatlah menarik, yaitu sebuah mukjizat yang diberikan kepada Allah. Sendang berada tepat di samping Masjid Waliyullah tersebut bagi warga sekitar desa Nyatnyono juga memiliki pengaruh yang besar dalam berkembangnya agama Islam di daerah yang dahulunya hanya menyembah patung dan semacamnya. Untuk cerita lebih lanjut, saya menyajikan 3 cerita yang didapatkan dari hasil wawancara dengan warga yang ada.
1.      Nama         : Bapak Achmadi
Umur         : 45 tahun
Agama       : Islam
Pekerjaan   : Juru kunci dari Sendang Kalimah Toyyibah
Isi Cerita   :
Sunan Hasan Munadi merupakan salah satu Wali yang melakukan penyebaran agama Islam di desa Nyatnyono. Zaman dahulu, warga desa Nyatnyono masih belum mengenal agama Islam. Mereka masih melakukan penyembahan pada batu, kayu, patung dan lain halnya.
Sunan Hasan Munadi yang berasal dari Kerajaan Demak, awalnya hijrah ke daerah Selatan (Ungaran) dalam rangka untuk mengejar sisa-sisa musuh Majapahit yang bersembunyi di sana. Melihat bagaimana kehidupan warga desa  yang masih diliputi kegelapan, hati Sunan Hasan Munadi pun tergerak untuk mengislamkan warga Nyatnyono.
Suatu ketika, Sunan Hasan Munadi sampai di Gunung Suralaya untuk bertapa memohon kepada Allah SWT agar perjuangannya di sana bisa sukses dan lancar. Setelah kira-kira 100 hari beliau bertapa di Gunung Suralaya, beliau bangun dari pertapaannya dan melihat bayangan gambaran masjid di benaknya. Beliau kemudian berpikir untuk membangun masjid terlebih dahulu sebelum pergi dari desa tersebut. Keinginan yang muncul dari bayangan tersebut, yang dalam istilah jawa dikatakan lagi menyat wis ana (baru bangun sudah ada), yang kemudian membuat desa tersebut dinamai Nyatnyono.
Bertahun-tahun setelah masjid tersebut jadi, terjadi kerusakan yang cukup parah di masjid tersebut. Para warga yang pun berbondong-bondong berinisiatif untuk memperbaikinya. Dikarenakan masjid yang merupakan peninggalan dari wali, maka warga bertekad untuk memperbaikinya sendiri tanpa meminta bantuan dari desa lain.
Saat tahap perbaikan masjid tersebut, warga menemukan sebuah sumber air di dekat sana. Air tersebut mengali terus menerus tak ada habisnya, yang akhirnya digunakan warga untuk kehidupan sehari-hari.
Melihat air yang keluar tak pernah habis dan malah semakin hari airnya semakin banyak bagai rejeki yang tak terhingga. Air yang melimpah tersebut membuat orang-orang dari berbagai daerah datang untuk juga mengambil air tersebut dan mandi di sana. Namun, air yang digunakan tak pernah ada habisnya malah semakin banyak.
Hal tersebut membuat para warga berpikir bahwa ada hal gaib yang kemudian menyebar. Mereka menyebut air tersebut suci karena berada di dekt masjid peninggalan sang Wali. Orang-orang yang datang pun memiliki tujuan yang mulai beragam.
Ada yang mengatakan mereka mengambil air atau mandi di sana untukmenyembuhkan penyakit. Ada juga yang mengambil air untuk menyirami tanaman di lading yang terkena hama. Hingga ada yang mengambilnya untuk keselamatan dalam menjalani suatu hal penting (lomba, Ujian Nasional).
Ajaibnya, mereka yang sudah divonis dokter hidupnya tidak dapat tertolong lagi, setelah minum air di sana dan mandi menggunakan air tersebut, penyakit yang ada ditubuhnya perlahan-lahan sembuh. Air yang digunakan untuk menyiram tanaman tersebut, hasil panennya bagus dan berkualitas. Hal-hal ajaib tersebut, yang membuat para warga sekitar kemudian menyebut air dari sendang itu merupakan air suci yang dikeramatkan (air karomah).
Ada syarat-syarat khusus yang harus dilakukan agar air tersebut memiliki karomah atau kasiat bagi orang yang menggunakannya. Syaratnya, mereka tidak boleh telanjang, saat mandi di Sendang Kalimah Toyyibah tersebut. Mereka juga wajib membaca doa yang sudah ditentukan sebelum mandi di sana.
Doa tersebut yaitu : Assalamu ‘alaika ya nabiyallah khidhir balyan bin malkan ‘alaihis salam. La ila ha illallah (3x). Asyhadu anal ilaha illalaah waasyhadu anna Muhammadar Rasulullah. Ila hadhoroti waliyullah hasan munadi wa waliyullah hasan dipura. Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad (3x).
Mereka yang mandi di sana tanpa membaca doa tersebut terlebih dahulu, maka keinginan atau tujuan yang mereka ingin capai tidak akan terjadi. Mereka hanya bagaikan mandi air biasa saja.
Selain ada syarat khusus, juga ada larangan/peringatan tertentu bagi pengunjung Sendang Kalimah Toyyibah tersebut. Larangan itu ialah (1.) Dilarang mandi dengan telanjang. Diharuskan pada mereka untuk memakai sarung atau kain penutup tubuh merekaa saat mandi. (2.) Bagi wanita yang sedang Hadi, dilarang keras untuk mandi di tempat tersebut. Namun, jika ingin mengambil air yang ada di sana, sah-sah saja.
Bagi mereka yang melanggar larangan atau peringatan tersebut maka akan ada suatu kemalangan yang menimpa mereka. Kemalangan-kemalangan yang pernah menimpa orang yang melanggar yaitu sepeti pingsan di tempat, kehilangan barang, bahkan sampai menjadi gila. Meski begitu, tidak semua orang yang melanggar mengalami kemalangan. Ada juga orang yang melanggar tetapi tidak apa-apa, tergantung nasib orang tersebut.
Bagi mereka yang ingin membawa pulang air dari sendang tersebut, ada tata cara khusus yang harus dilakukan. Apabila air yang dibawa pulang tersebut digunakan untuk hal apa saja yang bermanfaat atau untuk tawasul, maka diharuskan terlebih dahulu membaca surah Al-Fatihah sebanyak 7 kali dan Salawat sebanyak 7 kali agar karomah atau berkah.

2.      Nama         : Ibu Rochmi
Umur         : 38 tahun
Agama       : Islam
Pekerjaan   : Menyewakan sarung di sekitar Sendang Kalimah Toyyibah.
Isi Cerita   :
Dahulu kala, para warga ingin membuat sebuah masjid bersama dengan wali, Sultan Hasan Munadi. DIkarenakan masjid tersebut merupakan masjid milik wali yang pertama, maka dari itu para warga pantang untuk meminta bantuan dari orang lain.
Suatu ketika sang wali berkata pada sang warga bahwa tak perlu meminta bantuan, karena besok akan datang rezeki dari Allah berupa uang yang melimpah. Ajaibnya, esoknya diketemukan sebuah kucuran air yang tidak diketahui sumbernya terus menerus mengalir.
Air tersebut muncul di bawah pohon dukun. Terus mengalir dan dijadikan warga sebagai sumber kehidupan yang selanjutnya. Lama-kelamaan air tersebut terus diambil, bukannya berkurang malah makin melimpah.
Keajaiban air tersebut kemudian ditemukan oleh seseorang dari Jawa Barat. Beliau yang tengah terserang penyakit itu datang untuk mandi dan minum di Sendang tersebut. Entah keajaiban dari mana, penyakitnya langsung sembuh. Semenjak saat itu, orang berbondong-bondong datang ke sana dengan berbagai permintaan yang beragam.

3.      Nama         : Rusda
Umur         : 19 tahun
Agama       : Islam
Pekerjaan   : Mahasiswa (Pengunjung)
Isi Cerita   :
Awal mula ceritanya, dahulu warga sekitar ingin merehab Masjid yang ada di sana, yang merupakan peninggalan dari Sultan Hasan Munadi. Masjid yang sering mereka gunakan untuk salat kebetulan bocor saat hujan, jadi mereka semua berinisiatif untuk memperbaikinya.
Lalu beberapa orang dari warga menyuarakan hal tersebut kepada sesepuh desa Nyatnyono atau kyai yang ada di daerah tersebut dan meminta bantuan kepada mereka. Kyai tersebut menolak, mereka berkata Sultan Hasan Munadi itu seorang wali, maka tidaklah baik jika memperbaiki masjid harus meminta bantuan dana dai orang lain.
Dikarenakan tidak bolehnya meminta bantuan dari sana-sini untuk membangun masjid, mereka pun memutuskan untuk bermujahadah di makam Sultan Hasan Munadi dari isya hingga subuh. Meminta bantuan dari Allah melalui wali agar diberi kemudahan.
Hari berikutnya mereka mulai untuk memperbaiki masjid dengan dana seadanya. Mereka bergotong-royong memperbaiki masjid. Saat mereka sedang bekerja, terdengar suara air mengalir tak jauh dari sana. Mereka pun mendatangi sumber suara tersebut.Ternyata, terdapat sebuah sumber air yang sangat banyak, namun tak diketahui dimana sumber air tersebut dengan jelas. Karena sumber yang tidak diketahui dan muncul tiba-tiba itulah, maka sendang ini disebut istimewa dan dikeramatkan.



Kesimpulan cerita :
Ketiga cerita yang disampaikan bisa dibilang salin melengkapi satu sama lain. Pada intinya, ketiga cerita tersebut memiliki alur yang sama, yaitu berawal dari perbaikan sebuah masjid. Namun karena kurangnya dana, mereka berusaha keras untuk mencari cara lain selain meminta dana kepada orang lain. Saat mereka sudah hampir hilang harapan, muncul sebuah bantuan dari Allah berupa air yang terus mengalir tanpa ada habisnya. Dan ajaibnya lagi, air dari sendang tersebut memiliki khasiat dapat menyembuhkan penyakit dan mengabulkan permintaan bagi orang-orang yang mandi di tempat tersebut.

2.3.           Fungsi mitos Sendang Kalimah Toyyibah
Peursen (1988 : 36) mengemukakan ada 3 fungsi mitosyang harus diketahui, yaitu :
a)      Menyadarkan manusia tentang adanya kekuatan gaib di dunia lain. Melalui mitos manusia dibantu untuk dapat menghayati daya-daya sebagai suatu kekuatan yang mempengaruhi dan menguasai alam serta kehidupan sukunya. Fungsi ini masuk dalam kategori Religius.
b)      Memberikan jaminan bagi masa kini yaitu ketentraman, keseimbangan, dan keselamatan, dalam arti mengentaskan atau menghadirkan kembali suatu peristiwa yang pernah terjadi dahulu. Fungsi ini masuk kategori Sosial.
c)      Memberikan pengetahuan tentang dunia, dalam arti mitos juga berfungsi sebagai perantara antara manusia dan daya-daya kekuatan alaam. Fungsi ini masuk dalam kategori Pendidikan.
Cerita mengenai Sendang Kalimah Tayyibah tersebut mempunyai pengaruh yang besar bagi masyarakatnya, sehingga secara tidak langsung telah mempengaruhi tingkah laku dan pola pikir penganutnya. Masyarakat menganggap bahwa makam Waliyullah Hasan Munadi adalah makan para Wali Allah. Apabila seseorang berdoa di tempat tersebut, maka para Wali juga ikut serta mendoakan dan doanya akan segera dikabulkan oleh Sang Maha Kuasa. Salah satu perantaranya berada di Sendang Kalimah Tayyibah tersebut. Dari Sendang tersebut, banyak manfaat yang muncul. Adapun fungsi dari Sendang Kalimat Toyyibah tersebut antar lain :

1.      Fungsi Religius
Seringkali orang datang berbondong-bondong untuk melakukan padusan sebelum bulan Ramadhan. Selain itu, tak banyak juga orang datang untuk melakukan mandi tobat setelah melakukan kesalahan besar.
Dilihat dari uraian tersebut, dapat dikatakan bahwa Sendang Kalimat Toyyibah tersebut memiliki fungsi Religius.

2.      Fungsi Sosial
Terdapat suatu acara ritual-ritual yang dilakukan oleh warga sekitar dalam memperingati hari wafat dari sang Wali, Hasan Munadi. Ritual yang diadakan di Sendang Kalimah Toyyibah tersebut merupakan pengikat tali silaturahmi antarwarga. Masyarakat senantiasa begotong royon untuk mempersiapkan berbagai hal  mengenai ritual peringatan tersebut.
Selain itu, warga juga seringkali mengadakan pembersihan dan perbaikan Sendang saat terjadi kerusakan. Hal tersebut membuktikan bahwa Sendang Kalimat Toyyiba memiliki fungsi sosial.

3.      Fungsi Budaya
Dilihat dari segi budaya, Sendang Kalimah Toyyiba berperan penting sebagai suatu asset budaya warga Ungaran, Kabupaten Semarang. Sebagai generasi penerus, hendaknya kita menjaga asset budaya tersebut dn melestarikannya dengan baik.

4.      Fungsi Pendidikan
Dari Sendang Kalimah Toyyibah tersebut, kita dapat mempelajari bagaimana perjuangan Sultan Hasan Munadi dalam menyebarkan agama Islam di desa Nyatnyono. Dari situ banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil. Termasuk juga mitos mengenai Sendang Kalimah Toyyibah yang dapat menambah wawasan mengenai folklor.


5.      Fungsi Ekonomi
Adanya Sendang Kalimah Toyyibah tersebut secara tidak langsung menjadi berkah bagi kehidupan warga yang tinggal di sekitarnya. Banyaknya pengunjung yang datang memunculkan kesempatan bagi warga sekitar untuk membuka warung makanan dan yang lainnya. Selain itu, peraturan mengenai ‘tidak boleh mandi telanjang’ membuat warga sekitar menyewakan sarung yang dapat digunakan sebagai penutup saat pengunjung mandi.
Sendang tersebut telah memunculkan lapangan pekerjaan baru bagi warga desa Nyatnyono. Juga, air yang tak pernah habis dapat dimanfaatkan warga sebagai sumber air bagi kehidupan sehari-hari.


PENUTUP

 

1.1.  Simpulan
Mitos merupakan salah satu unsur dalam suatu religi yang menjadi dasar kehidupan sosial dan budaya manusia (Twikromo, 2000 : 5). Mitos lahir dan berkembang dalam masyarakat yang tersebar di berbagai pelosok Nusantara. Mito situ sendiri merupakan salah satu kajian folklore lisan.
Salah satu mitos yang berkembang di Ungaran, Kabupaten Semarang adalah Sendang Kalimah Toyyibah. Cerita mitos mengenai Sendang Kalimah Toyyibah ini berawal dari Sunan Hasan Munadi yang hijrah ke Ungaran dan membangun masjid di sebuah desa yang kemudian dinamai Nyatnyono. Air yang ada di Sendang itu tak pernah habis dan memiliki khasiat tertentu bagi orang-orang yang menggunakannya. Hal tersebut menjadikan orang-orang mengkeramatkan tempat tersebut dan menyebutnya airnya sebagai air suci. Ada beberapa hal yang harus dilakukan agar tujuan atau keinginan yang mereka minta terkabul. Juga ada larangan yang tidak boleh dilakukan jika tidak ingin terjadi suatu hal yang buruk. Sampai sekarang, air dari Sendang Kalimah Toyyibah tersebut sudah menguntungkan berjuta-juta orang yang memakainya.
Dari cerita mitos tersebut, muncul banyak sekali fungsi yang muncul. Antara lain fungsi religi, sosial, budaya, pendidikan, sampai ekonomi.

1.2.  Saran
Sebagai masyarakat yang mempercayai adanya mitos, sehendaknya kita melestarikan mitos tersebut yang di jaman sekarang ini sudah tidak lagi eksis di kehidupan masyarakat modern. Padahal, banyak sekali hal yang bisa didapatkan dari mempelajari mitos tersebut. Selain itu, sebagai masyarakat yang baik pula, kita hendaknya menjaga asset budaya yang ada di sekitar kita, sehingga tetap lestari.
  

DAFTAR PUSTAKA

Danandjaja, James. 2002. Folklore Indonesia Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain. Jakarta : Pustaka Utama Grafiti.
Peursen, Van. 1976. Strategi Kebudayaan. Jakarta : Kanisius.
Warga sekitar daerah Nyatnyono dan pengunjung.____. Sejarah Air Karomah Sendang Kalimah Toyyibah. Ungaran :____.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar