‘Sing For You’ untuk Kau yang Kesepian
Sering sekali kita lihat berbagai postingan yang me-review mengenai film, puisi, novel, lagu, dan karya-karya lainnya. Namun jarang sekali ditemukan review mengenai video klip. Banyak sih sebenarnya, hanya saja bukan bentuk review yang ilmiah melainkan review yang kebanyakan berisi curhat. Seperti review saya kali ini yang juga kebanyakan curhatnya dibanding review-nya.
Menurutku, video klip juga butuh ada yang namanya review. Jangan anggap remeh sebuah video klip karena kedudukan mereka yang hanya sebagai visual sebuah lagu. Toh, video klip kan juga sebuah mahakarya dari seorang produser. Seperti film, namun durasinya tak sampai 10 menit.
Banyak sekali video klip-video klip menarik yang sebenarnya asyik untuk dikupas lebih lanjut mengenai apa sih isi cerita yang ada di dalam video klip tersebut? Apa sih cerita yang coba sang produser atau storyline sampaikan dalam video berdurasi 3 menit lebih tersebut. Sebenarnya apa?
Nah, di sini saya akan me-review salah satu video klip milik grup favorit saya, EXO. Boyband asal Korea jebolan SM Entertainment, yang merupakan adik dari Super Junior dan Girls Generation yang nama-namanya sempat booming di Indonesia karena demam Kpop tengah melanda. Meski sekarang pun masih melanda.
Kenapa aku pilih EXO? Karena sepanjang perjalanan karir mereka yang 3 tahun lebih itu, kapasitas video klip bagus berisi cerita di dalamnya itu sangat minim. Pihak SM selalu saja memberi EXO video klip yang tengah menampilkan mereka meliuk-liukkan tubuhnya di dalam kotakan indomie. Terlalu sederhana dan klise.
Namun, seiring berkembangnya waktu, SM seakan mendengar doa dari para EXO-L (sebutan penggemar EXO) untuk membuatkan mereka video klip yang ‘wah’ seperti video klip debut mereka yang berjudul MAMA.
Setelah video klip dari lagu mereka di pertengahan 2015 “Love Me Right” yang seakan mengangkat cerita ‘Alice In Wonderland ’ yang digabungkan dengan sekumpulan anak pemain sepak bola Amerika. Kini mereka tampil dengan Album baru spesial winter (musim dingin) yang berjudul ‘Sing For You’.
Namanya nge-fans dan selalu mendukung oppa-nya kemana-mana. Pastilah saya mengikuti perkembangan album baru tersebut dengan rutin.
Waktu itu, tanggal 7 Desember, teaser foto dari album baru tersebut mulai tersebar di berbagai sosial media. Foto misterius yang menampilkan gambar tentang seorang astronot dan juga seekor paus. Waw, ini pausnya yang bisa terbang atau astronotnya yang tenggelam di laut? Nggak ngerti sama sekali maksudnya SM itu apa?
Karena penasaran tinggi yang mebuat diriku susah tidur, akhirnya aku mencari tahu mengenai cerita astronot dan paus tersebut. Lama mencari, hingga akhirnya aku menemukan 2 cerita berbeda yang memiliki tema yang sama. Yang pertama, tentang Astronot yang kesepian, Michael Collins , astronot dari Apollo 11 yang terlupakan. Disebabkan karena suatu masalah yang membuatnya hilang kontak selama 54 menit dan tidak bisa berkomunikasi dengan siapapun. Yang kedua, tentang paus yang kesepian . Paus itu memiliki frekuensi yang berbeda dari paus lain (54 Hertz) yang membuat sinyalnya tidak bisa ditangkap paus lain.
Dari dua cerita tersebut, dapat aku simpulkan mengenai album baru EXO tersebut, yaitu K.E.S.E.P.I.A.N. Entah mengapa EXO selalu mendapatkan Winter’s Album yang selalu sedih. Pertama ‘Miracle In December’. Sekarang ‘Sing For You’. #SMJahat
Dan benar saja. Duar ! Saat video klip tersebut akhirnya rilis pada 9 Desember 2015, video klip itu benar-benar menguras hati. Ada emosi mendalam yang coba disampaikan dari video klip itu (meski nggak ngerti sama sekali arti dari lirik lagunya waktu itu).
Dibuka dengan sorot mengenai hujan salju, lalu beralih ke frame yang menampilkan seorang astronot tengah melayang-layang di angkasa, juga petikan gitar yang mendayu, ditambah gambar video yang hitam putih, sukses membuatku ikut larut dalam sana. Sedih. Mendayu. Menguras hati. Dan tentunya kesepian. Seperti ingin dijelaskan bagaimana kesepiannya seorang astronot di atas sana. Meski ia berhasil meraih jagat raya, tetapi tak ada orang lain yang bisa mereka ajak tertawa bersama. Karena hanya ada dia sendirian di atas sana. Seperti representasi mengenai kedudukan EXO sekarang ini. Yang seperti astronot. Meski berada di puncak, mereka kesepian. (Ya iyalah. Siapa yang nggak sedih karena nggak bisa ngerayain chrismast bareng keluarga tapi malah harus kerja ekstra).
Adegan dilanjut dengan ekspresi bahagia dari para member. Saat mereka berada di mobil. Saat mereka bermain basket bersama. Saat mereka kumpu bersama. Saat mereka menghabiskan waktu bersama. Pokoknya, bagaimana bahagianya mereka saat sedang bersama satu sama lain. Menyenangkan, karena ada kalian di sisiku.
Lalu, pada detik ke 45, semuanya berubah. Mulai muncul Kai –oppa kesayangan- yang menampakkan wajah frustasinya. Seakan ia kehilangan segalanya. Seperti ia marah dengan keadaan. Hingga membuatnya merusak segala barang yang ada di kamarnya. Yang diselingi dengan sekelebat bayangan saat mereka tertawa bersama.
Seperti sedang dimunculkan kesedihan yang mendalam di adegan ini. Seperti ada penyesalan cinta yang nggak sekedar cinta pada seorang gebetan. Melainkan cinta pada orang sekitar yang tidak benar-benar kita sadari. Dan karena menyesal, kita meluapkannya dengan merusak barang sekitar. Atau minimal menangis lah.
Menangis bukan berarti cengeng. Marah bukan berarti pemarah. Lebih baik meluapkan segalanya tapu membuatmu lega. Daripada memendamnya di balik senyum palsu yang nantinya rasa sakit itu akan menggerogoti hatimu.
Di sini diperlihatkan dengan jelas mengenai hilangnya satu persatu orang yang ada di sekitar kita. Lay yang tiba-tiba hilang. Member lain yang tiba-tiba hilang menyisakan Baekhyun yang duduk sendirian di tempat nongkrong mereka. Pokoknya, ini semua tentang kesendirian.
Hingga sampailah pada –bisa dibilang konflik- dari cerita ini. Adegan berantem Suho dan Chanyeol pada menit 01.25. Di sini ceritanya bagai menyindir 3 mantan member EXO yang sudah hengkang di tahun 2014 silam –yang lawsuit nya nggak kelar-kelar- dan salah satunya awal 2015. Di sini, Suho seperti memerankan member yang ingin keluar, dan Chanyeol adalah member EXO yang ingin mereka tinggal.
Yah, memang tak bisa dipungkiri jika sebuah grup itu pasti selalu ada konflik. Yang membuat salah satu dari mereka yang ingin keluar. Contohnya cherrybelle yang udah bongkar pasang personel berkali-kali.
Dalam adegan tersebut, seakan diceritakan secara emosional tentang bagaimana inginnya Suho keluar, dan kekeuhnya Chanyeol yang ingin mempertahankan Suho. Membuat mereka saling pukul satu sama lain. Hingga akhirnya, Chanyeol kalah dan Suho pergi.
Di sela-sela adegan berantem keduanya, ditampilkan Kai –main dancer- yang tengah menari seperti dipukul oleh keduanya. Sakit dan sendirian menari di tengah-tengah hujan salju. Seperti sedang disampaikan bahwa, sesakit apapun, selelah apapun, setidaknya aku harus tetap menampilkan pertunjukan. Karena aku seorang artis. Penonton tak peduli mengenai dirimu, mereka hanya peduli tentang penampilanmu. Seperti itu tepatnya yang coba disampaikan dari adegan ini.
Semakin ke belakang, adegan yang ditampilkan semaki emosional. Menangis, meraung, memecahkan barang, memukul satu sama lain. Semua itu seakan melekat pada kehidupan manusia. Semua menjadi egois. Dan tak terlalu memperdulikan orang sekitar kita hingga penyesalan yang kita dapat di belakang. Ya, di belakang, kalau di depan namanya ancang-ancang.
Saat adegan Kai yang berlari mengejar mobil –entah karena apa-, di sini Paus yang juga menjadi pemeran utama dalam video klip tersebut muncul. Saat Kai berlari ini, seakan ia sadar. Sadar tentang keeradaan orang sekitar. Sedangkan Paus tadi naik terus hingga sampai pada astronot yang terlupakan.
Astronot yang awalnya terasa sedih dan juga kesepian, entah mengapa ekspresinya berubah sedikit cerah saat paus mendatanginya. Di sini seakan si astronot membalas perkataan di awal, tentang ‘meskipun dia meraih jagat raya, dia sendirian’. Ya, astronot itu memang sendirian. Jauh dari manusia lainnya. Namun, setidaknya mereka tidak memasang muka palsu. Senyum palsu yang hanya pencitraan. Setidaknya, jagat raya tak pernah menghianatinya. Rasi bintang selalu saja menyapanya. Dan kesunyian luar angkasa menjaga ketenangannya. Ia, astronot itu tidak benar-benar sendirian.
Dan pertemuan astronot yang terlupakan dan paus yang sendirian ini membuatku menyimpulkan satu hal. Aku sendirian, dan kau sendirian. Mengapa kau dan aku tidak bersama saja untuk memecah kesendirian ini?
Percayalah. Kau tidak benar-benar sendirian di dunia ini. Ada banyak orang yang berada di sekitarmu yang peduli. Hanya saja, kau tak terlalu menyadarinya. Maka, sebelum kau kehilangan orang sekitarmu, mulailah tampar dirimu, ingatkan dirimu bahwa banyak orang yang tak akan membuatmu sendirian. Sebelum semua kebahagiaan itu hanya sekedar menjadi memori, mengapa tak kita buat memori baru yang lebih membahagiakan?
Dan, ending dari video klip ini aku paling suka. Saat Suho yang menghilang, tiba-tiba kembali dan ikut tiduran di sebelah Chanyeol. Tanpa banyak kata. Karena diam lebih bisa membiaskan semua makna. Jadi, sudahkah kau membawa kembali orang kesayanganmu yang mulai hilang? Atau… tak inginkah kau kembali ke orang yang kau sayang?
Keseluruhan. Video Klip, Musik, dan Lagunya, semuanya cocok dan menguras hati. Applause untuk SM yang berhasil membuatkan EXO video klip seindah ini. #DanSeBAPERIni
Cek video klip nya di sini
👇

















Tidak ada komentar:
Posting Komentar