Nyanyian Seorang Astronot
Mereka bilang aku kesepian
Mengudara sendirian
Menjelajah angkasa tanpa ada tangan yang menggenggam
Mengapung-apung di angkasa yang kelam
Apalah artinya
Bisa menggapai jagat raya
Jika tak ada yang dibagi cerita
Tentang bagaimana indahnya angkasa?
Begitulah kata mereka
Tapi…
Setidaknya angkasa jujur
Setidaknya…
Angkasa tak dikelilingi orang-orang penuh kepalsuan
Jagat raya, tak pernah menghianatiku
Rasi bintang, tak pernah absen menyapaku
Kesunyian luar angkasa,
Membuatku tenang dan terjaga
Astronot itu,
Tak pernah sendirian
Karena kesunyian
Menjaganya lebih daripada ribuan kata tanpa makna
Dia… bahagia
***
Sekarang ini, ditemukan cara baru untuk menyampaikan puisi. Selama ini, cara menayampaikan puisi lewat pembacaan langsung, ataupun musikalisasi puisi. Ternyata, ada cara baru yang juga keren. Namanya ‘melodi dalam puisi’. Cara tersebut dilakukan oleh lelaki bernama Panji Ramdana yang meluncurkan sebuah buku kumpulan puisi karangannya.
Cara yang digunakan lelaki ini untuk mempromosikan puisinya cukup cerdas, bukan melalui musikalisasi puisi melainkan ‘melodi dalam puisi’. Melodi dalam puisi ini, seperti ia membacakan puisi biasa. Hanya, pembacaan puisinya itu ia gabungkan dengan berbagai adegan film yang pas dengan puisi karangannya. Dan cara ini sukses membuat puisi Panji yang terlihat tak terlalu dalam menjadi dalam.
Puisi yang kata-katanya tak terlalu berat sebenarnya, karena ia jadikan sebagai backsound dari sebuah adegan film, drama yang bercerita, membuatnya menjadi lebih emosional. Dan juga enak untuk dinikmati.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar